Senin, 12 Juli 2010

Cara Meditasi Yang Baik

Banyak cara dilakukan orang untuk menyembuhkan suatu penyakit selain dengan obat obatan modern, pengobatan juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan meditasi, pengobatan meditasi yang dilakukan warga muncah, kawasan bali, cukup menarik minat wisatawan yang sedang berkunjung ke bali.


Sekilas sejumlah turis asing melakukan gerakan meditasi seperti tengah kesurupan. Tubuh mereka berguncang keras tanpa bisa dikendalikan. Mereka juga sesekali berteriak histeris tanpa sebab dan terkadang mengamuk seperti hendak meluapkan emosinya. Jangan salah meskipun tubuhnya terguncang mereka masih sadar dengan apa yang dilakukannya.


Teknik tidak biasa ini adalah sebuah cara pengobatan konu yang dikenal dengan nama body meditasi. hampir menyerupai meditasi, teknik pengobatan meditasi ini memusatkan kekuatan energi tubuh yang berada dalam tubuh pasien sebagai obatnya. Proses pembangkitan energi ini dipercaya dapaty menimbulkan gerakan alami pada semua organ tubuh sehingga dapat memurnikan dan menetralisir berbagai penyakit bersifat fisik dan psikis manusia.


Uniknya, selain melakukan kontak fisik seperti disentuh atau dipukul dengan sebatang kayu oleh yang mengobati, pengobatan meditasi juga bisa dilakukan dengan berkonsentrasi pada energi alam bawah sadar dirinya.


Mesk tanpa teknologi canggih, teknik pengobatan ini dirasakan manfaatnya oleh para pasiennya. Mereka mengaku kesehatannya mengalami peningkatan dratis setelah melakukan pengobatan meditasi.


Salah satunya adalah jeff, pasien dari inggris. Sejak melakukan pengobatan meditasi itu, pecandu narkoba kelas berat dinegaranya itu, kini mampu melepaskan ketergantungannya pada narkoba.


Teknik pengobatan body meditasi ini, kini terus dikembangkan oleh ketut widyana, menurutnya telah ribuan turis asing dari 108 negara, telah mengikuti pengobatan dengan teknk meditasi ini.


Bicara soal meditasi, orang sering membayangkan ritual tersebut sebagai kegiatan duduk diam dalam posisi bersila dengan mata terpejam selama waktu tertentu. Ternyata, meditasi tidak selalu seperti itu, cara dan konsepnya bisa berbeda beda sesuai aliran yang dianut.


Dalam buku meditasi mencapai hidup bahagia karangan prof Dr dr Luh Ketut Suryani, psikiater dan dosen fakultas kedokteran universitas UDAYANA, meditasi diartikan sebagai proses pemusatan perhatian yang menyebar menjadi satu perhatian yang dilakukan secara sadar.


Dengan meditasi, seseorang bisa belajar menjalani hidup dengan baik atas dasar keinginnanya sendiri dan mencoba mengatasi masalah yang dihadapi. Apa pun yang terjadi selalu diterima dan disyukurin. Perasaan inilah yang menimbulkan kinginan untuk menikmati hidup dari sisi baiknya. Akhirnya, hidup menjadi terasa menyenangkan.


Dengan melakukan meditasi semua organ, sel dan zat dalam tubuh akan mengalami proses homeostatis, bergerak dan berfungsi dalam keadaan seimbang, serta bekerja dalam keadaan teratur. Semua alat tubuh bekerja maksimal dengan mengeluarkan tenaga seminimal mungkin.


Meditasi menimbulkan respon relaksasi yaitu intergrasi respons mind body (pikiran-tubuh) yang meliputi penurunan pemakaian oksigen, denyut jantung, pernafasan, tekanan darah dan kadar asam laktat dalam serum; peningkatan resistensi kulit, serta perubahan aliran darah.


Pada dasarnya ada dua cara untuk melakukan meditasi, yakni meditasi “konsentrasi” dan meditasi “merasakan”. Pada meditasi “konsentrasi” kita memusatkan satu keadaan pada obyek tertentu.


Sedangkan pada meditasi “merasakan” kita mencoba menyadari keadaan secara menyeluruh dengan merasakan proses keadaan itu. Meski berbeda dalam mencapai perubahan kesadaran, keduanya mempunyai tujuan yang sama yakni membawa seseorang enghayati fungsi fisik dan mental pada tingkat kesadaran yang berbeda dari biasanya.


Pada meditasi “konsentrasi”, pikiran, perasaan dan kemauan dipusatkan pada subkoordinat menetap tertentu. Perhatian dipusatkan pada satu ransangan yang dating berulang ulang seperti kata, suara, doa, ungkapan, pernafasan atau obyek visual tertentu.


Jika pikiran menyimpang, kita secara pasif mengabaikan gangguan itu dan kemudian tiba tiba menyadari gangguan itu, maka permusatan perhatian diulang kembali pada rangsangan meditative. Jika manpu mengembangkan meditasi, maka peningkatan perasaan terjadi, yaitu dari rileksasi meningkat ke dalam perubahan emosional dan kognitif yang jelas. Keadaan ini disebut sebagai kesadaran berubah,” katanya.


Ada banyak cara untuk mengalihkan berbagai perhatian. Cara yang dipilih tergantung dari aliran yang dianut. Ada yang memusatkan pada nyala lilin, potret, pengaturan nafas, menghitung, mengucapkan mantra atau memusatkan gerakan gerakan tubuh.


Pemusatan perhatian ini perlu untuk melatih seseorang memikirkan sesuatu dengan penuh perhatian untuk menyelami lebih dalam suatu masalah dan untuk menyeimbangkan kondisi tubuh.


Pada meditasi “merasakan proses”, kita merasakan jalannya kerja pikiran, perasaan dan kemauan merasakan proses energi dalam tubuh atau proses penyatuan energi luar dan dalam tubuh. Cara ini untuk melatih kemanpuan memusatkan perhatian pada proses yang sedang berlangsung.


Kehidupan ini dinamis, bergerak dan berubah setiap saat. Di luar diri kita semua obyek bergerak. Meditasi dengan cara ini adalah untuk melatih memusatkan pikiran dengan merasakan energi yang ada dan perakan energi di luar diri kita tanpa menganggu gerakan gerakan energi energi itu.


Sementara itu merta ada, guru meditasi bali usada meditasi mendefinisikan sebagai teknik menjaga kesehatan melalui latihan konsentrasi pikiran agar lebih waspada dan bijaksana. Orang dilatih untuk menghilangkan reaksi terhadap hal hal buruk yang tersimpan dalam memorinya.


Dalam konseo merta ada, apapun yang bergetar di memori, akan bergetar di badan kita, begitu pula sebaliknya, misalnya, kalau tidak suka pada seseorang, makan badan kita akan panas.


Diantara badan dan memori ini ada sensasi. Orang yang memiliki pikiran harmonis, bisa merasakan apa yang terjadi di badannya, kalau terus dirasakan, perlahan laha reaksi marah atau benci di badan berganti dengan sadar bijaksana.

0 komentar: