Kata Bijak Hari ini :

Kerendahan seseorang dapat diketahui dengan melihat banyaknya dia berbicara tentang hal-hal yang tidak berguna dan selalu bercerita padahal tidak ditanya.

Saran Hari ini :

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, begitu pula dengan kehidupanku yang dulua hanya hitam puth sekarang lebih menjadi berwarna sejak datangnya dirimua kedalam kehidupanku, Thanks for Lia Martina.

Kritik Hari ini :

Tuhan memberikan OTAK kepada setiap manusia agar bisa BERFIKIR dan mempunyai INISIATIF untuk melakukan sesuatu, bukan MENUNGGU manusia lain untuk melakukan hal tersebut yang dimana juga bermanfaat bagi dirinya sendiri. Hanya manusia yang tidak mempunyai OTAK dan HATI yang bersikap seperti itu, bagaimana dengan kalian ?

Motivasi Hari ini :

Orang cenderung memanfaatkan orang lain dan mencampuri kesuksesannya atau kelebihannya, tetapi tidak mau tahu akan kekurangan mereka.

Motivasi hari ini :

Tidak ada yang sia-sia kalau Kita bisa mengambil hikmah dari setiap masalah yang datang dalam kehidupan ini, Semua itu hanya proses untuk belajar jadi lebih dewasa.

Senin, 26 September 2011

Kembalikan TaskManager, Regedit, Command Prompt yang Disabled

Pasti kalian pernah terkena virus/trojan/malware dan lainnya bukan hanya mengganggu sistem komputer malah melakukan perubahan yang menyebalkan yaitu mengdisablekan fungsi task manager, regedit, command prompt, dan folder option. Malware/virus berkerja seperti ini adalah untuk mengelak untuk memperbaiki keadaan dengan mudah dengan menggunakan Task Manager dan tool lain.

cara untuk men-enablekannya adalah :

Task Manager.

1. Masuk ke “RUN” pada start menu dan type “gpedit.msc” ini untuk buka Group Policy Object

2. pilih User Configuration –> Administrative Template –> System

3. pergi Ctrl + Alt + Delete kemudian double klik –> pilih “Remove Task Manager”

4. tekan properties atau doble klik kemudian pilih disabled.

Command Prompt (cmd)

1. Masuk ke “RUN” pada start menu dan type “gpedit.msc” ini untuk buka Group Policy Object

2. pergi “User Configuration” –> Administrative Template –> System

3. pergi “Prevent Access to Command Prompt”

4. tekan properties kemudian pilih disabled.

Regedit

Run -> gpedit.msc -> Pergi “User Configuration” -> Pergi “Administrative Templates” -> Pilih “System” -> Double klik “Prevent access to registry editing tools” -> tekan properties pilih “Disabled”

Folder Options:

Run -> gpedit.msc -> Pergi “User Configuration” -> Pergi “Administrative Templates” -> Pergi “Windows Components” -> Pilih “Windows Explorer” -> Double Klik “Removes the Folder Options menu item from the Tools menu” -> tekan properties pilih “Disabled”

Bagi temen2 yang gak mau ribet, banyak koq tool yang menyediakan untuk mengembalikannya,seperti antivirus smadav dll….

akan tetapi cara tersebut gk akan berpengaruh kalau virus masih menempel di windows kita….

moga bermanfaat….

to be continue……..

PETAPA DAN KEPITING

Mungkin anda sudah pernah mendengar cerita berikut ?
Suatu ketika di sore hari yang sejuk, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.
Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai, sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur,dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.

Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret aruslagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.
Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting, engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?
Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa mahluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting, jawab si pertapa muda.dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.
Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungutsebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya.
Lihat, Anak muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik,tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik,yakni untuk menolong mahluk lain, tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, bukan?
Seketika itu, si pemuda tersadar. Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang paman ajarkan.
Mempunyai sifat belas kasih, mau memperhatikan dan menolong orang lain
  adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita,
  orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara
  kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya
  memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak
  tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung
  beban dan kerugian yang tidak perlu.

Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.
Semoga cerita ini bisa membawa hikmah, manfaat, motivasi ataupun menginspirasi bagi semua pembaca.

Get Free Shots from Snap.com